Woolworths tarik produk kantong, kertas & tisu asal Indonesia

Jaringan ritel Woolworths yang mengelola sejumlah supermarket di Australia dan Selandia Baru menarik semua produk kantong, kertas, tisu dan handuk yang dibuat dari bahan kayu dan pulp asal Indonesia.

Penarikan itu dilakukan setelah merebaknya tuntutan dari aktivis lingkugan bahwa semua produk tersebut dibuat dari hasil pembalakan liar hutan Indonesia.

Sementara itu, Wooldworths bersama World Wide Fund (WWW) terus melakukan penelitian tentang klaim yang mendapat dukungan dari Partai Hijau itu.

Menurut Partai Hijau, aneka produk bermerek “Select” itu dibuat di Indonesia dan dipaketkan untuk dipasarkan oleh Woolworths di Australia, ditempeli logo berbunyi, “serat hutan lestari.”

Wakil Ketua Partai Hijau, Russel Norman mengatakaan produk keras dan merek Select berasal dari Asia Pulp and Paper (APP) di Indonesia.

Dan dalam laporan terbaru, katanya, APP diketahui telah membabat hutan-hutan di Indonesia dan melanggar HAM pekerjanya.

Audit independen yang dilakukan Forest Alliance yang disewa APP menemukan bahwa operasi perusahaan itu tidak lestari (unsustainable).

FA, kata Norman, telah memberikan arahan koreksi yang ternyata belum diimplementasikan oleh APP. “Sejak itu, Forest Allliance berhenti bekerja untuk APP.”

Belum lama berselang pihak APP mengeluhkan penumpasan pembalakan liar oleh aparat telah membatasi pasokan kayu ke pabrik-pabrik APP.

Hal itu, menurut Partai Hijau, mengindikasikan ketergantungan APP yang cukup tinggi kepada kayu hasil pembalakan liar.

Partai Hijau berpendapat jargon yang ada pada logo itu sangat menyesatkan karena pada dasarnya produk itu tidak dibuat dari sumber hutan lestari (sustainable forest) melainkan pembalakan liar.

Sekitar 10.000 unit paket produk “Select” tersebut kini telah ditarik dari peredaran oleh Woolworths.

Komisi Persaingan Usaha dan Perlindungan Konsumen Australia (ACCC) terus memonitor perkembangan atas masalah itu.

Massa Partai Hijau melakukan aksi demo menentang pembalakan liar dan perusakan hutan di luar gedung ANZ Bank di Wellington City, Senin sejak pukul 07.30 hingga 09.00 waktu setempat.

Mereka mendesak kelompok perbankan ANZ untuk menghentikan bantuan finansial bagi Rimbunan Hijau, salah satu perusahaan kayu asal Malaysia yang dituding salah satu penyebab kerusakan hutan di Asia Pasifik.

Penarikan produk itu ironis mengeingat dua hari sebelumnya Woolworths mengumumkan akan menambah 200 jenis produk baru ke dalam jajaran merek “Select” dalam enam bulan mendatang dari total target 1.000 merek.

Select merupakan pengembangan dari merek Home Brand yang dipakai Woolworths untuk produk-produk alternatif pertama kali diluncurkan pada 2005.

Sekitar 75% pembeli merupakan pelanggan merek Select. Select dan Home Brand dihargai 10% dan 40% dibahwa harga merek nasional.

Powered by Drupal - Modified by Danger4k