Pembicaraan penggunaan margin dalam trading saham belakangan ini kembali menghangat. Hal ini terkait dengan banyaknya kasus nasabah yang kena margin call atau pun posisi portfolionya di accountnya harus di cut karena melebihi modal yang ada. Banyak juga kasus yang nasabahnya tidak hanya habis dananya, malah berhutang dan harus menjual aset kekayaannya. Ada yang sampai habis asetnya, ada juga yang lebih parah lagi, aset habis dijual untuk menutup kerugian tapi masih tetap berhutang.
Yang dimaksud bermain saham dengan margin disini adalah pemodal punya uang 100, bisa membeli saham sampai senilai 200. Di beberapa broker bahkan bisa lebih, punya modal 100 bisa membeli saham sampai 300 atau 400. Kalau untung, bisa besar, kalau rugi juga besar bahkan bisa melebih modalnya yang dimilik. Resiko seperti inilah yang suka tidak disadari oleh para pemain saham.
Para pemain saham sering kali tergiur oleh keinginan untung besar dalam waktu singkat. Ini adalah sifat alami manusia. Sikap keserahakan. Greed is good! Kata-kata terkenal dari film Walltreet yang dibintangi Michael Douglas seakan telah merasuk para pemain saham di BEJ. Hal ini makin diperparah lagi oleh para broker atau A/O yang juga turut memanasi situasi agar nasabah sering-sering menggunakan margin. Tentunya pihak sekuritas akan senang karena nilai transaksi saham (beli dan jual) di perusahaannya bisa melonjak tajam, pendapatan perusahaan sekuritas dari fee pun juga bisa melonjak.
Saya termasuk yang pernah mengalami kerugian karena bermain saham dengan margin. Dari Januari 2007 (awal mulai trading lagi setelah sektor riil mulai sulit) sampai bulan Maret 2007, nilai portfolio saya menurun 50% dari modal awal. Kerugian ini disebabkan karena saya bermain dengan margin, dan saya kena bunga yang besar sekali. Gerakan turun kecang di akhir bulan Pebuari 2007, menghantam cukup keras portfolio yang saya miliki. Kesalahan lain yang saya lakukan adalah karena saya trading tidak dengan disiplin dan tidak fokus akibat saya trading saham sambil tetap menjalankan bisnis di sektor riil.
Kesalahan-kesalahan ini cepat saya sadari setelah saya membaca buku (ebook) The Secret To Emotion Free Trading di bulan April 2007. Ebook ini bisa di download secara gratis di internet dengan menggunakan fasilitas Google yang ada di website ini.
Setelah membaca ebook tersebut, saya segera memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada. Disiplin dalam trading. Fokus dengan trading. Menganggap trading saham adalah sebuah pekerjaan serius dan bukan sambilan. Karena pekerjaan serius, berarti harus dipelajari dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh.
Setelah perbaikan-perbaikan di bulan April 2007 tersebut, nilai portfolio saya meningkat secara bertahap. Bila dihitung dari April 2007 atau dari titik terendah nilai portfolio saya, maka sampai Kamis 23 Agustus 2007 kemarin, nilai portfolio saya meningkat 7,4x atau memberikan keuntungan 640% dalam periode sekitar lima bulan trading saja. Dan hasil tersebut bisa saya capai dengan tidak bermain margin.
Dengan tidak bermain margin, trading saya bisa lebih tenang. Lebih tahan dalam menghadapi goncangan kecil atau pun besar. Saya pun bisa fokus dalam menganalisa saham-saham potensial yang bisa memberikan keuntungan lumayan. Prinsip Low Risk High Return adalah kegemaran saya dalam trading saham. Crocodile style, begitulah saya suka menamakan gaya trading saya, cukup andil dalam memberikan hasil yang baik ini.
Kembali ke soal trading dengan menggunakan margin. Kalau anda ragu bahwa trading tidak dengan margin tidak bisa memberikan keuntungan yang besar, saya katakan anda salah. Karena saya telah membuktikan bahwa saya bisa melakukan hal tersebut tidak dengan margin.
Hal yang cukup penting untuk diingat, bertambah besarlah dengan proses normal dan dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan melebih dari kemampuan yang kita miliki. Perlu juga diingat, Warren Buffett bisa besar seperti sekarang juga melalui proses yang tidak sebentar. Dia sudah puluhan tahun untuk bisa jadi seperti sekarang.
Selalu harus diingat, lebih baik anda untung 20% setahun dari pada anda rugi 90% bahkan bangkrut. Hindari bermain margin dalam trading. Siapapun yang mengajak anda bermain margin hari ini, mulailah berani katakan TIDAK!
Hanya diri anda sendiri yang bisa melakukan hal tersebut karena orang lain tidak akan perduli. Dunia saham dunia yang penuh dengan ketidakpastian. Hanya anda sendiri yang bisa membuat keputusan untuk STOP MARGIN TRADING!
-IAN-