"Trust your charts. Not your friends, or even analysts." --- Irwan Ariston Napitupulu (March 24, 2010)

"Trust your charts. Not your friends, or even analysts."

Kutipan di atas saya muat dalam status Facebook saya pada tanggal 24 Maret 2010 lalu. Dasar pemikirannya sederhana saja. Chart adalah suatu kumpulan data historical yang disajikan dalam bentuk visual sehingga memudahkan orang memperkirakan suatu trend dengan lebih bisa dimengerti oleh otak kita karena bentuknya yang visual.

Komputer membantu pekerjaan kita merubah data yang tadinya berbentuk angka atau harga open, high, low, dan close menjadi suatu garis atau histogram ataupun candlesticks sehingga otak kita lebih mudah menyerapnya. Komputer pula yang mengolah data tersebut dengan rumus-rumus sehingga memberikan angka-angka petunjuk yang mencoba mencari kesimpulan suatu trend yang mungkin sedang terjadi. Lagi-lagi, komputer pula yang merubah angka-angka hasil olahan tersebut menjadi dalam bentuk chart.

Karena akar semua ini adalah angka-angka historical, maka chart cenderung menampilkan apa adanya alias tidak ada yang dia sembunyikan dan chart juga bebas dari segala kepentingan. Chart juga tidak tahu apakah kita punya posisi buy atau sell. Chart juga tidak tahu apakah analis A mengatakan buy atau analis B mengatakan sell. Chart itu sendiri tidak memberikan prediksi apapun. Kitalah manusia, penggunanya, yang menarik kesimpulan sendiri atas data historical yang ada.

Kalau kawan mungkin bisa memiliki kepentingan, demikian juga analis bisa saja memiliki tujuan tertentu dengan mengatakan buy di saham A atau sell di saham B, maka chart benar-benar lugu, polos, apa adanya, dan selalu terbuka dengan kita.

So, "Trust your charts. Not your friends, or even analysts." Karena hanya charts yang saat ini bisa dipercaya dalam segala situasi dan peristiwa.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Powered by Drupal - Modified by Danger4k