Setelah core CPI yang keluar hari Jumat lalu di bawah perkiraan, Yield dari 10 Yr Bond terus menurun. Pada perdagangan hari Senin, ditutup di 5.1420%. Tampaknya Yield tersebut berpeluang turun ke level sekitar 5% dalam waktu mendatang ini. Seiring dengan hal tersebut, US dolar mulai kehilangan daya tariknya dibanding dengan EUR, GBP, CHF, dan AUD. Hanya terhadap JPY dan CAD yang tampaknya sejauh ini masih mampu bertahan. Apakah penurunan USD ini akan berkelanjutan ataukah hanya temporer, masih sulit untuk diperkirakan saat ini.
Sementara itu, harga minyak mengalami kenaikan terpengaruh berita ajakan pemogokan mulai hari Rabu yang diserukan serikat minyak di Nigeria sebagai bentuk protes kepada pemerintahnya. Nigeria adalah eksportir minyak terbesar ketiga ke US setelah Canada dan Mexico. Bila pemogokan benar terjadi hari Rabu nanti, dan berlangsung cukup lama, akan berdampak mengakibatkan kenaikan harga minyak yang pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat inflasi di Amerika. Bukannya tidak mungkin hal ini akan mengakibatkan pasar akan meningkatnya perkiraan pasar FED akan menaikkan suku bunganya. Dampaknya, Bond Yield pun akan meningkat kembali dan terbuka kemungkinan bursa akan mengalami koreksi. Sejauh ini tampaknya pasar masih mewaspadai saja. Tidak ada salahnya kita juga turut mengamati perkembangan yang terjadi. -IAN-