Harga minyak dunia kembali naik. Kali ini mendekati level USD130/barel. Bursa saham Amerika mengalami penurunan cukup lumayan karena para pemainnya cenderung untuk mengamankan posisi sambil melakukan porfit taking.
Bursa regional pun sementara tulisan ini dibuat, juga sedang mengalami koreksi. Tampaknya gejala yang sama tengah terjadi, para pemain cenderung bermain aman dengan melakukan profit taking atas posisinya.
Bursa Efek Indonesia tampaknya tidak akan jauh berbeda dengan bursa saham lainnya. Kemungkinan akan terjadi profit taking di BEI hari Rabu ini peluangnya terbuka. Walau demikian, bisa saja penurunan yang terjadi akan dijadikan alasan untuk mengumpulkan saham-saham yang harganya terkoreksi khususnya yang berhubungan dengan energi seperti batubara, cpo, dan migas serta perusahaan-perusahaan penunjangnya.
Kalau hal terakhir yang terjadi, maka mungkin IHSG akan sedikit tertolong. Tapi, bila tidak, maka koreksi di IHSG akan terjadi cukup lumayan juga mengikut regional.
Tidak bisa dipungkiri, volatilitas harga saham di BEI tahun ini sangat tinggi. Karenanya, perlu lebih hati-hati bila ingin melakukan trading disituasi market seperti sekarang ini. Sektor-sektor yang masih jadi favorit sepertinya tetap di saham-saham energi atau yang berkaitan dengan hal tersebut.
Irwan Ariston Napitupulu