Setelah kenaikan-kenaikan yang cukup mengesangkan selama seminggu belakangan ini, pasar kembali mengalami tekanan menjelang libur Hari Raya Imlek. Penurunan yang cukup signifikan di bursa New York dikarenakan data ekonomi yang keluar ISM-Service Index keluar di bawah perkiraan pasar.
Permasalahan ekonomi masih menghantui pelaku pasar. Merrill Lynch bahkan memperkirakan FED akan kembali menurunkan suku bunganya sebelum jadwal FOMC Maret mendatang. Dilain sisi, hari ini masyarakat Amerika juga sedang melakukan perhelatan besar yaitu Super Tuesday, dimana para pendukung Partai Demokrat dan Partai Republik di banyak negara bagian (tidak semua negara bagian) akan memberikan suaranya untuk menentukan calon presiden mana yang akan mereka pilih untuk mewakili partainya mereka masing-masing.
Dari pengamatan sejauh ini, tampaknya pelaku pasar saham sangat menginginkan Partai Demokrat yang akan menang dalam pemilu November 2008 mendatang. Dari capres Partai Demokrat yang ada saat ini, ada dua yang favorit yaitu Obama dan Hillary. Pelaku pasar tampaknya lebih menginginkan Hillary Clinton yang akan memenangkan pertarungan capres Partai Demokrat. Mereka sepertinya mengharapkan kembali keluarga Clinton memimpin pemerintahan di AS karena masih teringat masa-masa keemasan bursa dan ekonomi di era Clinton dari tahun 1992-2000. Indeks saham yang terus menguat, ekonomi yang terus melaju dengan meyakinkan, angka pengangguran yang rendah, tingkat kejahatan yang rendah. Sepertinya pelaku pasar sangat menginginkan Hillary Clinton yang akan memenangkan pemilihan capres dari Partai Demokrat.
Itulah sebabnya, beberapa kali terjadi gerakan-gerakan negatif di indeks bursa Amerika ketika Obama memenangkan hasil pengumpulan suara. Apakah kali ini akan terjadi lagi hal seperti itu, masih perlu disimaki. Yang tampak jelas saat ini adalah tampaknya pendukung Partai Demokrat telah terpecah dua. Semoga ini hanya sementara saja karena mereka harus bersatu kembali pada pemilihan yang sebenarnya, yaitu pemilihan presiden AS pada bulan November 2008 mendatang agar Partai Demokrat dapat memimpin kembali sehingga harapan bursa saham AS akan kembali bergairah bisa menjadi kenyataan.
Irwan Ariston Napitupulu