Hari Minggu tanggal 27-01-2008, pada pukul 13:10 WIB, mantan presiden kedua Republik Indonesia, Jend. Purn. H.M. Soeharto meninggal dunia pada usia 86 tahun. Banyak jasa yang telah diberikan oleh beliau terhadap negeri ini juga terhadap kemajuan bursa saham di Indonesia. Selain juga banyak kekurangan dan sisi negatif dalam pemerintahan beliau.
Mungkin banyak yang tidak menyadari kalau di jaman Pemerintahan Pak Harto, pernah mencapai swa sembada beras, yang kalau diharapkan bisa terjadi lagi saat ini sangat kecil kemungkinannya. Jaman pemerintahan setelahnya, lebih suka yang instant yaitu dengan mengimpor. Banyak sekali kebutuhan-kebutuhan dasar saat ini yang diimpor selain beras, seperti misalnya gula, bawang, bahkan garam pun yang seharusnya bisa banyak diproduksi di Indonesia, juga diimpor. Sangat disayangkan memang, kemajuan jaman seharusnya bisa semakin membuat bangsa ini lebih maju dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, tapi sepertinya malah makin mundur.
Semoga dengan peristiwa ini, kita semakin diingatkan kembali, pemerintahan Pak Harto yang oleh sebagian orang banyak dipandang negatifnya saja bisa lebih mandiri dalam menyediakan kebutuhan dasar hidup, kenapa di jaman pemerintahan yang katanya reformasi ini malah kita tidak bisa lebih mandiri dibanding dengan jaman pemerintahan Pak Harto. Semoga hal ini bisa menjadi semangat baru pemerintahan sekarang dan pemerintahan yang akan datang bahwa adalah penting bagi kita untuk bisa memenuhi kebutuhan dasar hidup, penting bagi kita untuk mensejahterahkan kehidupan petani agar mereka bisa bertani dengan sejahtera, agar harga-harga pertanian bisa stabil dan tidak dirusak oleh barang impor.
Sudah layak dan seharusnya kita mendahulukan kepentingan petani dan peternak kita dengan menjaga harga-harga produk pertanian dan peternakan di harga yang normal dan bermartabat dengan memperhatikan biaya produksi dan margin keuntungan yang wajar. Jangan hanya karena demi menjaga tingkat inflasi, kita mengorbankan kesejahteraan petani dan peternak dengan mengimpor barang-barang tersebut dari luar negeri. Dengan mengimpornya dari luar negeri, maka sama saja kita lebih mendahulukan kepentingan dan keuntungan petani dan peternak luar negeri ketimbang petani dan peternak dalam negeri.
Menutup tulisan ini, sekedar kita melihat kembali tanggal berpulangnya Pak Harto. Hari Minggu adalah hari libur. Tanggal 27-01-2008, bila dipecah dua menjadi 27-01 dan 2008 yang kedua formasi angka ini bila dijumlahkan masing-masing mendapatkan angka 10 dan 10, angka nilai sempurna yang biasanya dulu didapatkan di sekolah (SD). Jam 13:10 WIB, yang bila dijumlahkan adalah 5. Angka lima akan mengingatkan Pancasila, hal yang sangat dipegang dan dijunjung tinggi selama pemerintahan Pak Harto. Dua angka sepuluh dan satu angka lima, 10 10 5 , bila dijumlahkan masing-masing angkanya akan berjumlah 7 (tujuh). Angka tujuh adalah angka sempurna dalam kepercayaan agama Kristen. Apakah semua ini hanyalah kebetulan saja atau bisa-bisanya saya saja dalam mengecak angka-angka, tidak ada yang tahu.
Selamat jalan Pak Harto.
Irwan Ariston Napitupulu
07:37 WIB