Archives

Date
  • 01
  • 02
  • 03
  • 04
  • 05
  • 06
  • 07
  • 08
  • 09
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31

"Trust your charts. Not your friends, or even analysts." --- Irwan Ariston Napitupulu (March 24, 2010)

"Trust your charts. Not your friends, or even analysts."

Kutipan di atas saya muat dalam status Facebook saya pada tanggal 24 Maret 2010 lalu. Dasar pemikirannya sederhana saja. Chart adalah suatu kumpulan data historical yang disajikan dalam bentuk visual sehingga memudahkan orang memperkirakan suatu trend dengan lebih bisa dimengerti oleh otak kita karena bentuknya yang visual.

Komputer membantu pekerjaan kita merubah data yang tadinya berbentuk angka atau harga open, high, low, dan close menjadi suatu garis atau histogram ataupun candlesticks sehingga otak kita lebih mudah menyerapnya. Komputer pula yang mengolah data tersebut dengan rumus-rumus sehingga memberikan angka-angka petunjuk yang mencoba mencari kesimpulan suatu trend yang mungkin sedang terjadi. Lagi-lagi, komputer pula yang merubah angka-angka hasil olahan tersebut menjadi dalam bentuk chart.

Melihat DOW Dengan Grafik Mingguan

Cara yang sama dapat kita lakukan di indeks DOW. Seperti yang terlihat pada grafik mingguan di bawah, terlihat saat ini indeks DOW masih dalam situasi bullish. Masih dari grafik, kita bisa mengetahui bahwa DOW mulai bergerak bullish sejak akhir Juli 2009 yang lalu.

Sekarang dapat terlihat, mengapa di artikel lalu saya membuat perkiraan DOW akan mencoba ke 11500 dengan target waktu paling lama akhir Juli 2010. Salah satunya karena saya mengetahui bahwa DOW masih bergerak bullish seperti chart di bawah, walau masih ada faktor-faktor lainnya.

Batas resistance untuk saat ini bagi DOW ada di 10729. Saya perkirakan, berdasarkan Analisa Kawah Gunung Berapi (canda.com), kemungkinan besar level tersebut akan dipecahkan paling lambat bulan April 2010 ini. Ini hanya perkiraan saja. Apakah benar akan terjadi demikian, kita bisa ikuti bersama kelanjutan ceritanya :)

Selamat menikmati hidangan yang tersaji.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

 

Melihat IHSG Dengan Grafik Mingguan

 

Sering kali kita bingung mencoba menerka apakah IHSG akan turun atau naik besok hari. Bagi saya, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang menguras energi tapi memberikan hasil yang cenderung 50:50.
Salah satu cara yang lebih mudah untuk melihat trend adalah dengan menggunakan chart weekly. Dengan cara seperti ini, kita bisa melihat trend jangka menengah ke panjang yang sedang terjadi.

Saya berikan contohnya di IHSG. Seperti terlihat pada grafik di atas, IHSG sebenarnya sudah bergerak bullish sejak April 2009, dan masih terus bullish sampai kondisi terakhir. Terlihat dari garis warna hijau biru merah yang arahnya atau slope nya positif. Atau kalau bahasa anak SMP atau SMA, tangent nya positif :)

Powered by Drupal - Modified by Danger4k